CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Do You Like This Blog?

A Thousand Years – Christina Perri

Sunday, April 24, 2011

Untukmu Adam dan Hawa (^^)


Adam...

Kau bilang dirimu hebat dan kuat ibarat pahlawan,

Gagah perkasa seperti Badang,

Kau gunakan Hawa sebagai umpan,

Untuk membuktikan kelelakianmu yang hanya temberang.


Hawa...

Kau bangga dengan kecantikan lahiriah yang ada padamu,

Kau sanjung tinggi Adam yang terpikat dengan keindahan rupamu,

Kau tersenyum manis saat Adam melihat lenggok tubuhmu,

Tapi kau marah dan benci bila ada segelintir Adam yang menegurmu.


Adam...

Kadangkala kekacakan yang ada padamu,

Bisa membuat Hawa lemah dan cair ibarat ais terkena api,

Hati yang rapuh mudah luluh dan tunduk pada nafsu,

Jiwa yang halus mudah pula jatuh hati.


Hawa...

Iblis menggunakanmu sebagai umpan untuk memerangkap Adam,

Kau harus ambil kesempatan ini untuk memperdayakan Iblis,

Selamatkanlah Adam dari cengkaman api yang tidak akan terpadam,

Jatuhkanlah musuh Islam dengan akal satumu yang genius.


Adam...

Kata-kata manis nistamu bisa menggoda hati Hawa,

Senyum nakalmu membuatkan Hawa semakin suka,

Lembutmu dalam berkata membuatkan Hawa senang mendekatimu,

Sikap prihatinmu membuat Hawa tergilakan perhatianmu.


Hawa...

Sikapmu yang tidak endah menjadikan Adam berani terhadapmu,

Berani mengambil kesempatan untuk menyentuh maruahmu,

Ketidaktegasanmu membuatkan Adam semakin suka akan dirimu,

Hingga kau pun hanyut dalam dunia cinta palsu.


Adam...

Kau bilang akalmu sembilan mengalahkan nafsumu yang satu,

Gunakanlah akalmu itu untuk mendidik nafsumu yang boleh membinasakan Hawa,

Cerdikkanlah akalmu itu dengan berjihad menentang nafsumu,

Agar Hawa terpelihara sentiasa dalam jagaan taqwa.


Hawa...

Lenggok tubuhmu bisa membuat Adam terpaku dan mata menjadi sepi,

Lembut suaramu bisa mencairkan hati lelaki Adam,

Longgarkanlah pakaianmu agar tubuhmu tertutup rapi,

Tegaskanlah suaramu supaya syaitan tidak berpeluang merasuk Adam.


Oleh itu Adam...

Bersikap tegaslah dengan Hawa dalam setiap urusanmu,

Kau harus kuat dan sabar dalam membimbing Hawa yang semakin liar,

Kau harus teruskan perjuanganmu menentang hawa nafsumu,

Agar nafsu Hawa tidak terus-terusan menular.


Adam...

Hawa meminta agar kau bersikap tegas dan berani,

Supaya Hawa takut untuk menggoda dan mendekati,

Supaya syaitan tidak membisikkan godaan nafsu durjana,

Agar kau bisa menjadi pemimpin dan ketua yang diidami Hawa.


Begitu juga Hawa...

Mahalkanlah senyummu yang bisa menawan hati lelaki,

Jagalah dan peliharalah aurat dan maruah dirimu,

Untuk membentengi nafsu yang sangat dibenci,

Agar kau suci terpelihara saat Adam menyuntingmu.


Hawa...

Adam mudah cair dengan keanggunan wajahmu,

Namun...itu bukanlah yang Adam harapkan,

Adam mengharapkan Hawa yang berpegang teguh pada agama sebagai penyuci kalbu,

Adam juga menginginkan Hawa yang sopan dan memelihara aurat dalam berpakaian.


Untukmu Adam :

Jadilah Adam yang berpendidikan tinggi dalam agama yang bisa membimbing Hawa dari menjadi mangsa godaan syaitan dan nafsu yang boleh membinasakan. Jadilah Adam yang murah dengan kata-kata nasihat dan teguran yang boleh memperbaiki Hawa. Jadilah Adam yang sentiasa berjuang menentang nafsu dan memelihara maruah diri untuk orang tercinta yang sah bergelar isteri. Jadilah juga Adam yang boleh menjadi ketua keluarga, imam dalam solat berjemaah dan pemimpin agama seperti yang diingini oleh Hawa.


Untukmu Hawa :

Jadilah Hawa yang tinggi dengan didikan agama, merendah diri dengan akhlak terpuji dan baik hati. Jadilah Hawa yang menjaga aurat dan maruah diri dari sewenang-wenangnya dilihat ajnabi. Jadilah Hawa yang sentiasa haus akan ilmu nasihat dan teguran sebagai persiapan menjadi Hawa yang solehah untuk seorang yang sah bergelar suami. Jadilah juga seorang Hawa yang bisa menjadi anak, ibu dan isteri yang solehah serta hamba Allah yang beriman dan bertaqwa seperti yang diidamkan oleh Adam.

Sunday, April 17, 2011

Senyumlah di kala hati ingin menangis..


Puisi ini benar-benar menyentuh hatiku…Ampunkan aku Ya Allah, kerana terkadang hati ini berburuk sangka padaMu…Sesungguhnya Engkau Maha Penyayang…Ampunkan aku oh Tuhan ku…

Adakalanya….
Hari yang panas dan ceria
Bertukar mendung seketika
Mentari merangkak pergi
Gumpalan awan bertandang sisi
Hati gundah
Tercari-cari
ke mana perginya mentari yang dinanti

Begitulah hidup…
Di saat kau selesa dengan kehidupan
tiba-tiba kau diuji dengan kehilangan
kehilangan nikmat harta
kehilangan nikmat ilmu
kehilangan nikmat rakan dan keluarga
dan kau meratapinya….

Bila kau memandang segalanya dari Tuhanmu…
Yang menciptakan segalanya
yang menimpakan ujian
yang menjadikan sakit hatimu
yang membuatkan keinginanmu terhalang
serta menyusahkan hidupmu
pasti akan damailah hatimu kerna…
masakan Allah sengaja mentakdirkan segalanya untuk sesuatu yang sia-sia

Bukan Allah tak tahu derita hidupmu…
retaknya hatimu
sengsaranya sukmamu
Mungkin itulah yang Dia mahukan
kerna
Dia tahu
Hati yang sebeginilah
selalunya lebih lunak dan mudah untuk
DEKAT dan AKRAB dengan-Nya

Saat hujan turun membasahi hatimu
kau menangis kerna
merasa beratnya ujian tidak tergalas
~SenYumLaH~

kerna

Allah mendatangkan kepadamu pelangi nan indah
selepas hujan sirna kelamnya

‘Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya’
(Al-Baqarah:284)
“kerana sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
(Al-Insyirah 5-6)

FaceBlog


~Dolly~